Pasar Tumpah Menjamur, Pemerintah Siapkan Perbup
TENGGARONG,
Relokasi pedagang Pasar Tangga Arung ke Pasar Mangkurawang yang dilakukan
Pemerintah Kutai Kartanegara, akhir Februari 2017 lalu menjadi bagian tak
terpisah, dari program pemerintah untuk melakukan penataan keberadaan pasar
tradisional sebagai pusat transaksi jual beli, untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat.
Ada sebanyak 243 pedagang yang dipindah ke pasar Mangkurawang, dan petak yang disiapkan sesuai dengan jumlah tersebut.
“Petak
baru yang disiapkan sesuai dengan jumlahnya,” kata Rita Widyasari Bupati Kutai
Kartanegara, kemarin.
Terkait
dengan uang masuk, pedagang hanya membayar sebesar Rp1 juta, sementara biaya
sekat (dinding) senilai Rp1,5 juta/petak tidak dibebankan ke pedagang, namun
pihak pengelola.
Pemerintah
lanjut juga akan menyiapkan regulasi untuk mengatur proses lokasi berjualan,
yang belakangan ini semakin menjamur adanya pasar tumpah, pasca adanya relokasi
pasar.
“Soal
pasar tumpah sesegera mungkin akan kami buatkan aturannya berupa perbup,” kata
Rita Widyasari.
Sementara
secara terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tenggarong Suwadno, menilai
relokasi yang dilakukan pemerintah terkesan dipaksakan.”
Penggusuran
paksa ratusan pedagang Pasar Tangga Arung akhir Februari 2017 lalu oleh
Pemerintah Kukar, masih menyisakan kekecewaan mendalam ratusan pedagang.”kata
Suwadno.
Pasalnya,lanjut
Suwadno, tempat yang disediakan pemerintah melalui pihak ketiga (pengelola)
untuk menampung para pedagang, dianggap tak layak, dengan ukuran 2x2 meter.
“Sampai
sekarang itu, banyak pedagang yang belum mau menempati petak yang disediakan
oleh pengelola, karena ukurannya tak layak.” Tegas Suwadno.
Suwadno
juga tak habis pikir, pasar yang seharunya disiapkan oleh pemerintah malah
diserahkan oleh pihak ketiga dalan pengelolaanya, ini kan aneh.
“Para pedagang itu tak akan kecewa dengan
pemerintah, kalau kondisi tempat yang disiapkan itu memang layak, sehingga
untuk berjualan itu nyaman. Dengan kondisi seperti itu, sekarang banyak pasar
pasar tumpah di Tenggarong, ini tentu menjadikan harapan Tenggarong menjadi
kota bersih, akan kumuh, karena banyak pasar tumpah akibat dari ketidaksiapan
pemerintah menyiapkan tempat berjualan yang layak,” ungkapnya.(awi-poskotakaltimnews.com)